Berita




RASKIN = BERAS UNTUK ORANG MISKIN?

Ternyata tugas ketua RT tidak semudah yang dibayangkan orang. Khusus untuk mengurusi bantuan beras raskin saja cukup pelik. Sebagai ketua RT yang baru tentu saya belum tahu siapa saja yang mendapatkan program raskin. Namun ketika diundang ketua RW tentang pembagian beras raskin saya datang. Katika saya mengecek siapa saja warga RT saya yang dapat saya terkejut karena ada beberapa kepala keluarga yang menurut saya layak dapat raskin justru tidak dapat dan sebaliknya ada yang tidak layak dapat raskin namanya justru tercantum dalam daftar penerima raksin.

Selidik punya selidik rupanya data yang dipakai adalah data hasil survei tim survei tahun 2010 dan belum ada update data. Lucunya setelah raskin dibagikan ada warga saya yang notabene miskin dan saya tahu memang miskin datang dan minta raskin. Alasannya bulan lalu dapat raskin dia pikir akan dapat terus menerus. Rupanya setelah saya klarifikasi dengan Ketua RT lama bulan lalu ibu itu dapat karena ada beberapa penerima tidak mengambil. Alasan tidak mengambil adalah informasi yang kurang dan harus mengambil ke kantor Lurah. Beras 15 kg seharga Rp 30.000, kalau dijemput dengan naik ojek ongkosnya 25 ribu, lebih baik tidak diambil.

Untuklah pak RW yang baru punya ide yang mantap, jatah raskin rw kami dibawa ke kantor rw lalu dibagikan kepada masing-masing RT untuk didistribusikan ke warga dengan tambahan ongkos 2.000 rupiah.

Ternyata raskin pun jadi masalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar